Video affiliate yang dikombinasikan dengan konten berbasis AI adalah cara efektif untuk meningkatkan klik dan konversi. AI mengotomatisasi seluruh proses—mulai dari penulisan naskah, pembuatan suara, hingga pengeditan video—sehingga menghemat waktu sambil tetap menghasilkan konten yang profesional. Ketika dioptimalkan dengan benar—dari judul, thumbnail, hingga CTA—video akan menarik perhatian penonton dan mendorong mereka untuk bertindak. Dengan mempersonalisasi konten, melakukan pengujian A/B, dan menjaga transparansi, Anda dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan penjualan secara cerdas dan berkelanjutan.
Gambar yang dibuat oleh AI semakin banyak digunakan dalam desain, iklan, dan bisnis, namun penggunaannya untuk tujuan komersial tidak selalu jelas secara hukum. Pengguna harus memahami bahwa AI tidak diakui sebagai "pencipta" berdasarkan undang-undang hak cipta saat ini, dan hak penggunaan gambar bergantung pada ketentuan masing-masing alat. Beberapa platform hanya mengizinkan penggunaan komersial jika pengguna membayar biaya. Selain itu, gambar AI dapat secara tidak sengaja melanggar hak cipta, hak potret, atau menimbulkan sengketa jika tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, untuk menggunakan gambar AI secara legal dalam bisnis, penting untuk membaca kebijakan dengan cermat, menghindari gambar sensitif, dan menyimpan informasi hak cipta yang relevan.
AI Image membuka arah baru bagi industri fashion dengan memungkinkan pembuatan desain hanya dari deskripsi teks. Alih-alih menggambar manual atau menggunakan perangkat lunak yang rumit, desainer cukup memasukkan ide – seperti warna, bahan, dan bentuk – lalu mendapatkan gambar busana dalam hitungan detik. Teknologi ini menghemat waktu, memungkinkan uji coba banyak versi dengan cepat, dan mendukung orang awam untuk tetap bisa berkreasi. AI bukan pengganti desainer, melainkan alat pendukung yang kuat dalam proses merancang dan mengembangkan produk fashion.
1 July 2025